Jumat, 21 Juni 2013

FF BUMSSO WINBUMSSO


Author : uwin (lee hyo ri)
main cast : kim bum , kim soeun
other cast : banyak (binggung) hehehe


Anynyeong semua... hehehe coba2 bkin ff nih kagak tau dah seru kagak moga2 kagak terlalujelek deh. Maklum author baru..
akakakak
nyok baca aja...
happy reading semua....

Part 1


Hujan yang deras menyelimuti kota Seoul yang pada waktu itu memang sedang menginjak suasana malam. Seorang anak lekaki yang usianya baru sekitar 8 tahun berjalan dijalan yang sepi menuju kerumahnya. Anak ini begitu senang pulang pada waktu itu karena dia baru saja mendapatkan juara peringkat satu dalam pelajaran Matematika. Ia berniat memberitahukan berita bahagia ini keorang tuanya.
“Omma aku pulang”  Seru sang bocah kecil dengan senyum lebarnya dengan sambil melipat payungnya. “Omma,Appa kalian dimana? “ Tanyanya lagi ketika tak ada yang merespon. Bocah itu lalu masuk kedalam rumahnya yang besar itu dan menelusuri tiap ruangan untuk mencari orang tuanya.  “ Tuan besar bangun aku mohon . Nyonya besar juga bangun lah “  Terdengar suara tangisan seorang pria disudut salah satu kamar yang terbuka yang ternyta kamar itu adalah gudang yang biasa dijadikan tempah sang ayah bocah untuk berbisnis rahasia. Bocah itu penasaran dengan suara itu. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju suara tersebut.   “Omma Appa . Apa yang terjadi?” Kata anak itu ketika telah sampai didepan pintu yang ternya pintu itu terbuka. “Omma … Appa…” Teriak anak itu berlari mendekati orang tuanya yang terdampar dilantai dengan diselimuti darah yang mengalir.  “ Tuan muda ..” Kaget paman lee orang yang tadi menangis. Paman lee merupakan oarng kepercayaan Lee dong wook ayah dari bocah ini. “Ajusshi apa yang terjadi..hiks hiks.. omma appa jangan tinggalkan akuuuu” Isak bocah ini dengan sdeihnya.

Keesokan harinya di pemakaman.
“Ajusshi apa yang telah terjadi dengan mereka? “  Tanya bocah kecil ini.
“ Tuan muda Kim Bum. Maaf kan saya. Tuan dan Nyonya besar dibunuh “. Ucap paman lee dengan wajah yang mengisyaratkan kedukaan .
“Siapa dia paman? “ Tanya Kim bum yang merupakan nama dari bocah kecil ini.
“Lee jun ki tuan muda”. Awab paman lee dengan penyesalan nya.
‘Lee jun ki. Tunggu aku..’ Ucap Kim bum dalam hati dengan wajah dendamnya.


16 tahun kemudian…
“ Bos data sudah saya selesaikan untuk rapat hari ini”. Ucap salah satu anak buah yang bernama Mark dengan logat isggrisna yang kental.
“Hmm. Letakkan dimeja aku akan meriksanya nanti.” Ucap sang atasan dengan wajah arogantnya.
“Tuan muda Kim Bum rapat akan dimulai”. Ucap paman lee orang keperecayaannya dengan bahasa koreanya.  
“Hmm”.. singkatnya.
Kim Sang atu lebih dikenal Kim Bum ini adalah merupakan orang terbahay diAsia. Dia merupakan Bos mafia terbesar dise;luruh Asia. Namun Kim bum bukan hanya seorang bos mafia saja namun dia juga merupakan seorang direktur yang memiliki beberapa perusahaan di berbagai Negara. Sepeerti di Korea , Jepang , China , bahkan saat ini London yang saat ini dia ingin menyelesaikaan rapat. Kim bum bukan hanya mempunyai perusahaan saja ia juga memiliki saham yang melibi 100 saham. Kim bum bias dikategorikan seorang miliader muda, namun dia tidak ingin dunia tahu siapa dia sebenarnya. Meskipun usianya baru menginjak usia 24 tahun namun masalah kekayaan tidak usah ditanya. Semenjak kejadian orang tuannya dibunuh obsesinya untuk balas dendam sangatlah besar. Ia tumbuh sebagai seorang yang bias dikatakan tidak mem[punyai hati. Ia tidak pernah menangis ataupun tersenyum bahkan jika ia sudah marah dengan seseorang ia tidak akan segan-segan menyioksa orang itu.


Rapat pun selesai dijalani kim bum dengan sukses seperti biasa. Banyak rekan bisnnis yang setuju dan bergabung dengan perusahaannya berkat kepintarannya tersebut.
“Bos aku telah menemukan keberadaan Lee jun ki” Ucap Joe anak buah kim bum.
“Dimana?” Tanyanya dengan geram.
“Korea kota Seoul bos”. Jawab Joe dalam bahasa inggrisnya.
“Baiklah. Siapkan peswat pribadi untuk kesana”. Perintah kim bum.



Seorang wanita cantik berjalan di pinggiran kota seoul kota yang saat itu sedang ramai dengan oarng yang berlalu lalang . cuaca yang cerah dan pohon yang rindang menambah kesejukan dipagi hari itu . Senyum indah tak lepas dari raut wajah gadis tersebut. Rambutnya yang panjan tergerai iondah di dirinya dengan dihiasi jepitan biru muda yang menambah kecantikannya. Setelan baju berwarnna putih kemeraahan menambah keasrian wajahnya.
“Annyeong ajumma..” Sapa gadis itu pada seorang wanita paruh baya yang sedang menyiapkan barang dagangannya.
“de annyeong juga gadis manis. Mau berangkat kekampus yah?” Jwab bibi tadi.
“ne bi. Saya permisi dulu yah. Annyeong kheseoyo. Pamit gadis itu pergi meninggalkan bibi tadi dengan tak lupa melambaikan tangannya.

Di kampus
“sso kau begitu cerah yah hari ini”. Sapa Tae yon yang merupakan teman Kim so eun nama dari gadis ceria ini.
“bukankah setiap hari aku selalu ceria. Hehhe” Jawab so eun sambil tersenyum dan berjalan menuju kampusnya.


...........


Seorang pria baru saja tiba di negra tempat kelahirannya siapa lagi jika bukan kim bum sang bos mafia. Dengan setelan pakaian hitamnya dengan kaca mata hitamnya menambahkan sikap arogannya. Tak membuang waktu lama kim bum masuk kedalam mobil pribadinya yang mewah.
Tak lama mobil mewah itu telah sampai di rumah yang sangat mewah ysng pantasnya bukan disebut rumah mungkin istana karena terlalu besar. Ia masuk kedalam rumahnya itu dan langsung menuju kamar luasnya.
“sudah lumayan lama aku tidak ke kamar ini. Lee jun ki tak membutuhkan waktu yang lama lagi aku akan menemukan mu”. Ucap kim bum dengan sinisnya.

........

Saat ini kim bum sedang berjalan-jalan untuk melihat kota seoul yang lama tak ia amati karena sibuk dengan binis dan ambisinya. Ia berhentikan mobilnya disuatu sudut jalan dekat dengan took bunga dipinggiran ajalan kota seoul. Ia berniat membeli bunga untuk makam orang tuanya.
“aku ingin membeli bunga untuk orang meninggal cepat kao carikan”. Perintah kim bum pada seorang gadis yang saat itu sedang berdiri membelakanginya merapikan bunga yang dijualnya.
Mendengar ucapan kim bum wanita itu membalikan badannya menghadap kim bum dan tersenyum.
“ne, siapa yang meninggal maksud anda tuan?” Tanya wanita itu dengan nada lembutnya. Entah kenapa kim  bum merasa terpesona dengan seorang gadis yang statusnya hanya seorang penjual bunga.
“tuan,,” tanggil gadis itu yang membuyarkan kekaguman kim bum pada dirinya.
“oh ne. untuk orang tua ku” jawabnya .
‘manusia kah wanita ini. Kenapa wajahnya cantik sekali. Ahh bicara apa aku ini ‘ . batin kim bum.
“ini bunganya tuan sudah ketemu. Semoga bunga ini bias membuat orang tua tuan senang. “
ucap gadis yang bernama soeun itu dengan senyumnya.
“hmm.. ini uangnya” jawab kim bum sambil menyodorkan uang padanya.
“baiklah tuan terima kasih”. Jawab soeun. Namun pada saat soeun akan mengambil uang itu pot bunga yang ada didekatnya terjatuh.
“awas..” teria kim bum yang langsung menarik tangan soeun agar tidak terkena pot itu. Saat ini posisi kim bu sedang memeluk so eun. Betapa deg degannya kim bum saat ini. Soeun merasa kaget dengan peristiwa tadi. Namun setelah mengetahui kondisi dalam pelukan kim bum soeun mrasa ada yang aneh dengan hatinya.
“gumawo tuan” ucap soeun yang lansung melepaskan pelukan kim bum.
“oh ah ne ne..” kaget kim bum saat soeun dengan tiba2 melepaskan pelukannya tadi. “baiklah aku pergi..” ucap kim bum yang saat itu hatinya masih berdebar. Memeluk wanita rasanya sangat mustahil bagi seorang kim bum apa lagi sampai menyukai seorang gadis polos. Bahkan saat dalam mobil kim bum masih memikirkan itu.
Soeun hanya bias bengong.

..........

 “aku sudah menemukan keberadaan pria itu kalian tenang saja aku akan membalaskan dendam kalian” ucap kim bum di hadapan makan orng tuanya.
“kalian lihat aku bagaimana aku akan balas dendam padanya nanti”. Ujar kim bum dengan wajah penuh ambisinya.

........

“bos ada kabar penting untuk anda” ucap kim joon anak buah kim bum.
“katakana” ucap kim bum
“lee jun ki tenyta sudah meninggal bos 16 tahun yang lalu tepatnya berbarngan saat kedua orang tua bos meninggal”. Kata kim joon menjelaskan
“mwo..yang benar saja kau..” geram kim bum sambal menahan emosimnya. Kim joon yang melihatnya sedikit gemetar karena ia tahu jik bosnnya ini sudah marah emosinya akan tidak labil dan bias saja kim bum akan akan menembak dirinya atau membunuhnya.
“tapi lee jun ki mempunyai seorang putri bos yang saat ini usiannya sama seperti anda” kata kim joon.
“kau yakin? Siapa nama gadis itu?” Tanya kim bum penasaran
“namanya kim so eun bos tapi untuk saat ini saya tidak mempunyai fotonya mungkin nanti akan saya kasih keanda setelah saya berhasil memoto gadis itu” seru kim joon.
“kim soeun… baiklah cepat kau pergi dan berikan foto gadis itu padaku” perintah kim bum sambil mengingat nama itu.
“baiklah bos. Saya permisi dulu”. Pamit kim joon membungkukkan badannya memberi hormat.
Setelah kepergian kim joon kim bum focus membaca riwayat hidup saying musuh. Sambil membaca ia tersenyum sinis.
‘licik juga yah kau berani mati sebelum aku membalaskan semuannya. Untung tuhan masih baik terhadapku untuk membalas mu lewat putrimu. Aku pastikan putrimu akan merasakan apa yang kurasakan selama ini. Jagan salahkan aku membalaskan ini semua terhadapnya . suruh siapa kau mati duluan ‘ ujar kim bum dengan senyum sinisnya. Setelah 1 jam lamanya terdengar ketukan pintu.
“masuk” ucap kim bum
“maaf bos mengganggu. Ini foto gadis itu”. Kata kim joon sambil menyodorkan sebuah foto kemeja kim bum.
“letakkan dimeja nanti aku akan melihatya setelah slasai mengchek data orang ini(maksudnya ayahnya soeun lee junki).
“ne baiklah. Saya permisi dulu bos” ujar kim joon berlalu pergi.
15 menit setelahnya kim bum selesai membaca data jun ki. Ia mengambil sebuah foto yang diberikan kim joon tadi.
“wanita ini..” ujar kim bum kaget. Bagaimana kim bum tidak kaget , kim so eun adalah wanita penjual bunga yang baru beberapa jam lalu berhasil membuat hatinya berdebar kini ia harus mengetahui bahwa wanita ini adalah putrid sang musuh. Kim bum sangat tidak menyangka waita berwajah polos ini adalah wanita mngandung darah sang pembuuh. Rasa yang beberapa jam lalu ia rasakan begitu indah untuk soeun kini berubah menjadi benci yang amat besar. Rasa kagum hilang begitu saja terhadap wanita ini seolah ia tidak pernah merasakan sebelumnya.
“heh..jangan salahkan aku jika kau harus menderita KIM SO EUN” sinis kim bum sambil membuang foto itu dan berjalan keluar kamar.





TBC.......

buat reader yang mau koment atau kasih masukan lewat fb ajayah nmnya acieh km.
soalnya koment diblog ini susah
:(

gumawo...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar