Author : uwin (lee hyo ri)
main cast : kim bum , kim soeun
other cast : banyak (binggung) hehehe
Anynyeong semua... hehehe coba2 bkin ff nih kagak tau dah seru kagak moga2 kagak terlalujelek deh. Maklum author baru..
akakakak
nyok baca aja...
happy reading semua....
Part 1
Hujan yang
deras menyelimuti kota Seoul yang pada waktu itu memang sedang menginjak
suasana malam. Seorang anak lekaki yang usianya baru sekitar 8 tahun berjalan
dijalan yang sepi menuju kerumahnya. Anak ini begitu senang pulang pada waktu itu
karena dia baru saja mendapatkan juara peringkat satu dalam pelajaran
Matematika. Ia berniat memberitahukan berita bahagia ini keorang tuanya.
“Omma aku
pulang” Seru sang bocah kecil dengan
senyum lebarnya dengan sambil melipat payungnya. “Omma,Appa kalian dimana? “
Tanyanya lagi ketika tak ada yang merespon. Bocah itu lalu masuk kedalam
rumahnya yang besar itu dan menelusuri tiap ruangan untuk mencari orang
tuanya. “ Tuan besar bangun aku mohon .
Nyonya besar juga bangun lah “ Terdengar
suara tangisan seorang pria disudut salah satu kamar yang terbuka yang ternyta
kamar itu adalah gudang yang biasa dijadikan tempah sang ayah bocah untuk
berbisnis rahasia. Bocah itu penasaran dengan suara itu. Ia lalu melangkahkan
kakinya menuju suara tersebut. “Omma
Appa . Apa yang terjadi?” Kata anak itu ketika telah sampai didepan pintu yang
ternya pintu itu terbuka. “Omma … Appa…” Teriak anak itu berlari mendekati
orang tuanya yang terdampar dilantai dengan diselimuti darah yang
mengalir. “ Tuan muda ..” Kaget paman
lee orang yang tadi menangis. Paman lee merupakan oarng kepercayaan Lee dong
wook ayah dari bocah ini. “Ajusshi apa yang terjadi..hiks hiks.. omma appa
jangan tinggalkan akuuuu” Isak bocah ini dengan sdeihnya.
Keesokan
harinya di pemakaman.
“Ajusshi apa
yang telah terjadi dengan mereka? “ Tanya bocah kecil ini.
“ Tuan muda
Kim Bum. Maaf kan saya. Tuan dan Nyonya besar dibunuh “. Ucap paman lee dengan
wajah yang mengisyaratkan kedukaan .
“Siapa dia paman? “ Tanya Kim bum yang merupakan nama dari bocah kecil ini.
“Siapa dia paman? “ Tanya Kim bum yang merupakan nama dari bocah kecil ini.
“Lee jun ki
tuan muda”. Awab paman lee dengan penyesalan nya.
‘Lee jun ki.
Tunggu aku..’ Ucap Kim bum dalam hati dengan wajah dendamnya.
16 tahun
kemudian…
“ Bos data
sudah saya selesaikan untuk rapat hari ini”. Ucap salah satu anak buah yang
bernama Mark dengan logat isggrisna yang kental.
“Hmm.
Letakkan dimeja aku akan meriksanya nanti.” Ucap sang atasan dengan wajah
arogantnya.
“Tuan muda
Kim Bum rapat akan dimulai”. Ucap paman lee orang keperecayaannya dengan bahasa
koreanya.
“Hmm”..
singkatnya.
Kim Sang atu
lebih dikenal Kim Bum ini adalah merupakan orang terbahay diAsia. Dia merupakan
Bos mafia terbesar dise;luruh Asia. Namun Kim bum bukan hanya seorang bos mafia
saja namun dia juga merupakan seorang direktur yang memiliki beberapa
perusahaan di berbagai Negara. Sepeerti di Korea , Jepang , China , bahkan saat
ini London yang saat ini dia ingin menyelesaikaan rapat. Kim bum bukan hanya
mempunyai perusahaan saja ia juga memiliki saham yang melibi 100 saham. Kim bum
bias dikategorikan seorang miliader muda, namun dia tidak ingin dunia tahu
siapa dia sebenarnya. Meskipun usianya baru menginjak usia 24 tahun namun
masalah kekayaan tidak usah ditanya. Semenjak kejadian orang tuannya dibunuh
obsesinya untuk balas dendam sangatlah besar. Ia tumbuh sebagai seorang yang
bias dikatakan tidak mem[punyai hati. Ia tidak pernah menangis ataupun
tersenyum bahkan jika ia sudah marah dengan seseorang ia tidak akan segan-segan
menyioksa orang itu.
Rapat pun
selesai dijalani kim bum dengan sukses seperti biasa. Banyak rekan bisnnis yang
setuju dan bergabung dengan perusahaannya berkat kepintarannya tersebut.
“Bos aku
telah menemukan keberadaan Lee jun ki” Ucap Joe anak buah kim bum.
“Dimana?”
Tanyanya dengan geram.
“Korea kota
Seoul bos”. Jawab Joe dalam bahasa inggrisnya.
“Baiklah.
Siapkan peswat pribadi untuk kesana”. Perintah kim bum.
Seorang
wanita cantik berjalan di pinggiran kota seoul kota yang saat itu sedang ramai
dengan oarng yang berlalu lalang . cuaca yang cerah dan pohon yang rindang menambah
kesejukan dipagi hari itu . Senyum indah tak lepas dari raut wajah gadis
tersebut. Rambutnya yang panjan tergerai iondah di dirinya dengan dihiasi
jepitan biru muda yang menambah kecantikannya. Setelan baju berwarnna putih
kemeraahan menambah keasrian wajahnya.
“Annyeong
ajumma..” Sapa gadis itu pada seorang wanita paruh baya yang sedang menyiapkan
barang dagangannya.
“de annyeong
juga gadis manis. Mau berangkat kekampus yah?” Jwab bibi tadi.
“ne bi. Saya
permisi dulu yah. Annyeong kheseoyo. Pamit gadis itu pergi meninggalkan bibi
tadi dengan tak lupa melambaikan tangannya.
Di kampus
“sso kau
begitu cerah yah hari ini”. Sapa Tae yon yang merupakan teman Kim so eun nama
dari gadis ceria ini.
“bukankah
setiap hari aku selalu ceria. Hehhe” Jawab so eun sambil tersenyum dan berjalan
menuju kampusnya.
........... |
Seorang pria
baru saja tiba di negra tempat kelahirannya siapa lagi jika bukan kim bum sang
bos mafia. Dengan setelan pakaian hitamnya dengan kaca mata hitamnya
menambahkan sikap arogannya. Tak membuang waktu lama kim bum masuk kedalam
mobil pribadinya yang mewah.
Tak lama
mobil mewah itu telah sampai di rumah yang sangat mewah ysng pantasnya bukan
disebut rumah mungkin istana karena terlalu besar. Ia masuk kedalam rumahnya
itu dan langsung menuju kamar luasnya.
“sudah
lumayan lama aku tidak ke kamar ini. Lee jun ki tak membutuhkan waktu yang lama
lagi aku akan menemukan mu”. Ucap kim bum dengan sinisnya.
........
Saat ini kim
bum sedang berjalan-jalan untuk melihat kota seoul yang lama tak ia amati
karena sibuk dengan binis dan ambisinya. Ia berhentikan mobilnya disuatu sudut
jalan dekat dengan took bunga dipinggiran ajalan kota seoul. Ia berniat membeli
bunga untuk makam orang tuanya.
“aku ingin
membeli bunga untuk orang meninggal cepat kao carikan”. Perintah kim bum pada
seorang gadis yang saat itu sedang berdiri membelakanginya merapikan bunga yang
dijualnya.
Mendengar
ucapan kim bum wanita itu membalikan badannya menghadap kim bum dan tersenyum.
“ne, siapa
yang meninggal maksud anda tuan?” Tanya wanita itu dengan nada lembutnya. Entah
kenapa kim bum merasa terpesona dengan
seorang gadis yang statusnya hanya seorang penjual bunga.
“tuan,,”
tanggil gadis itu yang membuyarkan kekaguman kim bum pada dirinya.
“oh ne.
untuk orang tua ku” jawabnya .
‘manusia kah wanita ini. Kenapa wajahnya cantik sekali. Ahh bicara apa aku ini ‘ . batin kim bum.
‘manusia kah wanita ini. Kenapa wajahnya cantik sekali. Ahh bicara apa aku ini ‘ . batin kim bum.
“ini
bunganya tuan sudah ketemu. Semoga bunga ini bias membuat orang tua tuan
senang. “
ucap gadis yang bernama soeun itu dengan senyumnya.
ucap gadis yang bernama soeun itu dengan senyumnya.
“hmm.. ini
uangnya” jawab kim bum sambil menyodorkan uang padanya.
“baiklah
tuan terima kasih”. Jawab soeun. Namun pada saat soeun akan mengambil uang itu
pot bunga yang ada didekatnya terjatuh.
“awas..”
teria kim bum yang langsung menarik tangan soeun agar tidak terkena pot itu.
Saat ini posisi kim bu sedang memeluk so eun. Betapa deg degannya kim bum saat
ini. Soeun merasa kaget dengan peristiwa tadi. Namun setelah mengetahui kondisi
dalam pelukan kim bum soeun mrasa ada yang aneh dengan hatinya.
“gumawo
tuan” ucap soeun yang lansung melepaskan pelukan kim bum.
“oh ah ne
ne..” kaget kim bum saat soeun dengan tiba2 melepaskan pelukannya tadi.
“baiklah aku pergi..” ucap kim bum yang saat itu hatinya masih berdebar.
Memeluk wanita rasanya sangat mustahil bagi seorang kim bum apa lagi sampai
menyukai seorang gadis polos. Bahkan saat dalam mobil kim bum masih memikirkan
itu.
..........
“kalian
lihat aku bagaimana aku akan balas dendam padanya nanti”. Ujar kim bum dengan
wajah penuh ambisinya.
........
“bos ada
kabar penting untuk anda” ucap kim joon anak buah kim bum.
“katakana”
ucap kim bum
“lee jun ki
tenyta sudah meninggal bos 16 tahun yang lalu tepatnya berbarngan saat kedua
orang tua bos meninggal”. Kata kim joon menjelaskan
“mwo..yang
benar saja kau..” geram kim bum sambal menahan emosimnya. Kim joon yang
melihatnya sedikit gemetar karena ia tahu jik bosnnya ini sudah marah emosinya
akan tidak labil dan bias saja kim bum akan akan menembak dirinya atau
membunuhnya.
“tapi lee
jun ki mempunyai seorang putri bos yang saat ini usiannya sama seperti anda”
kata kim joon.
“kau yakin?
Siapa nama gadis itu?” Tanya kim bum penasaran
“namanya kim
so eun bos tapi untuk saat ini saya tidak mempunyai fotonya mungkin nanti akan
saya kasih keanda setelah saya berhasil memoto gadis itu” seru kim joon.
“kim soeun…
baiklah cepat kau pergi dan berikan foto gadis itu padaku” perintah kim bum
sambil mengingat nama itu.
“baiklah
bos. Saya permisi dulu”. Pamit kim joon membungkukkan badannya memberi hormat.
Setelah
kepergian kim joon kim bum focus membaca riwayat hidup saying musuh. Sambil
membaca ia tersenyum sinis.
‘licik juga
yah kau berani mati sebelum aku membalaskan semuannya. Untung tuhan masih baik
terhadapku untuk membalas mu lewat putrimu. Aku pastikan putrimu akan merasakan
apa yang kurasakan selama ini. Jagan salahkan aku membalaskan ini semua
terhadapnya . suruh siapa kau mati duluan ‘ ujar kim bum dengan senyum
sinisnya. Setelah 1 jam lamanya terdengar ketukan pintu.
“masuk” ucap
kim bum
“maaf bos
mengganggu. Ini foto gadis itu”. Kata kim joon sambil menyodorkan sebuah foto
kemeja kim bum.
“letakkan
dimeja nanti aku akan melihatya setelah slasai mengchek data orang
ini(maksudnya ayahnya soeun lee junki).
“ne baiklah.
Saya permisi dulu bos” ujar kim joon berlalu pergi.
15 menit
setelahnya kim bum selesai membaca data jun ki. Ia mengambil sebuah foto yang
diberikan kim joon tadi.
“wanita
ini..” ujar kim bum kaget. Bagaimana kim bum tidak kaget , kim so eun adalah
wanita penjual bunga yang baru beberapa jam lalu berhasil membuat hatinya
berdebar kini ia harus mengetahui bahwa wanita ini adalah putrid sang musuh.
Kim bum sangat tidak menyangka waita berwajah polos ini adalah wanita mngandung
darah sang pembuuh. Rasa yang beberapa jam lalu ia rasakan begitu indah untuk
soeun kini berubah menjadi benci yang amat besar. Rasa kagum hilang begitu saja
terhadap wanita ini seolah ia tidak pernah merasakan sebelumnya.
“heh..jangan
salahkan aku jika kau harus menderita KIM SO EUN” sinis kim bum sambil membuang
foto itu dan berjalan keluar kamar.
TBC.......
buat reader yang mau koment atau kasih masukan lewat fb ajayah nmnya acieh km.
soalnya koment diblog ini susah
:(
gumawo...
buat reader yang mau koment atau kasih masukan lewat fb ajayah nmnya acieh km.
soalnya koment diblog ini susah
:(
gumawo...

.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar